Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Ikhlasnya Ibu ku….

Artiokel ini saya dapatkan dari mailing list facebook, mungkin bisa dijadikan pelajaran tentang bagaimana seorang ibu ketika melahirkan kita seorang diri.Selamat membaca,,,,

Berita ini diambi dari kisah seorang ibu yang mau melahirkan calon anaknya. Tak terasa kandungan ibu sudah berusia 9 bulan. akan tetapi semenjak usia kandungan itu ada saja kejadian yang tidak diinginkan oleh ibu tersebut.. setiap di cek up pasti tensi darah ibu tersebut tinggi.dari hari ke hari tensi tersebut semakin tinggi, entah mengapa menjelang hari kelahiran anka tersebut tensi smakin ga normal.. ibu tersebut takut kalau kelahiran anaknya tidak berjalan normal.
Usia ibu tersebut sudah 39 tahun.. yah mungkin tidak wajar kalau usia tersebut mempunyai momongan lagi.. ahh resiko seorang ibu….akhirnya waktu yang dinanti-nanti datang juga.. tepatnya hari minggu jam 01.00 WIB dini hari sang calon bayi dah pengen keluar… sang suami segera bergegas untuk mengambil koper yang berisi perlengkapan ibu dan calon si jabang bayi..

segera bergegas suami tersebut mengantarkan istrinya ke bidan. Setelah sampai di rumah bidan tersebut ibu tersebut langsung di tensi darahnya oleh bu bidan itu.. setelah melihat tensinya 170 bidan tersebut tidak berani menanggung resiko kalau proses persalinan itu berjalan normal.. ta’ menunggu waktu bidan tersebut langsung memberi surat rujukan ke rumah sakit…yang lebih terjamin … ahhh suami tersebut bilang ke istri nya…

gimana bu saya mau menyewa mobil dulu biar perjalanan nya lebih cepat. langsung aja suami tersebut meminjam mobil ke salah satu keluarganya.setelah mendapatkan mobil tersebut suami itu langsung membawa istrinya ke rumah sakit.hmmm pengennya perjalanan ke rumah sakit itu berjalan lancar. tapi sang Pencipta berkehendak lain.. entah mengapa mobil yang dikendarai itu tiba- tiba mogok/macet .. padahal kondisi ibu tersebut tidak memungkinkan….

ibu tersebut bilang pada suaminya ” sudah lah pak kita pasrah aja sama Allah semoga lancar dalam persalinan ini” eh setelah ibu itu bilang begitu sama suaminya tiba tiba aja mobil yang mereka kendarai jadi hidup lagi. perjalanan dilanjutkan lagi.. setelah tiba di Rumah sakit A ibu tersebut langsung dibawa kesuatu ruangan untuk diperikasa terlebih dahulu.. dan setelah mengecek tensinya ahh ga’ mungkin kalau rumahsakit ini bisa.. dari rumah sakit A memberi surat rujukan ke ibu tersebut..
di suruh memilih rumah sakit B atau C. setelah itu tidak perlu memikir panjang lebar segera ibu tersebut meminta untuk diantar ke rumah sakit C setelah tiba di rumah sakit C, ibu tersebut di sarankan oleh salah satu bidan piket di rumah sakit itu untuk proses persalinan nya dengan operasi cesar..

bidan tersebut langsung menelpon dokter spesialis kandungan, dan hasil dari komunikasi tersebut bahwa dokter itu menyarakan supaya di cesar saja karena karena resiko yang akan dialami ibu tersebut semakin fatal..kemungkinan bisa saja ibu nya yang tidak bisa ketolong atau mungkin malah calon buah hatinya. yah mau ga mau jalan itu harus di ikuti.

jam dinding menunjukan waktu 03.40 WIB perawat dan bidan segera mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan untuk operasi. jam menunjukan pukul 04.00 wib ibu tersebut di dorong sama perawat menuju ruang operasi, keluarga yang menunggu jalan nya proses operasi sangat khawatir akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

suaminya resah.. hmm suara azan shubuh telah berkumandang rasa kekhawatiran itu semakin berkurang.Ya Allah berilah kelancaran dalam operasi istri hamba mu ini , berilah keselamatan istri dan anakku,,,Amin…”

doa dari sang suami.Ta’ lama kemudianya tepatnya pukul 04.37 terdengar sura tangis bayi.. awal nya hanya kedengaran samar samar. dan lama lama suara bayi tersebut terdengar lebih jelas. setelah itu dokter keluar dari ruang operasi dan memberikan ucapan selamat atas kelahiran putrinya, akan tetapi dokter tersebut bilang ke suami itu bahwa maap pak anak anda keracunan..tapi tenang aja pak, beruntung sekali anda tadi telah memutuskan untuk di cesar kalau tidak yah besar kemungkinan diantara keduanya mungkin salah satu tidak ada.

setelah mendengar ucapan itu suami tersebut langsung menundukan kepalanya. ta’ lama kemudian satu perawat keluar dari ruangan itu sambil membawa bayi.. perawat itu langsung mengasihkan bayi itu ke ayahnya, setelah ayah itu melihat anaknya ta’ terasa tetesan air mata menetes dipipi ayah itu. suami itu bertanya ke perawatnya “mba’ kenapa anak saya kulitnya hijau adakah kelainan??? dan perawat itu menjawab..

iya pak bahwasanya proses kelahiraaan anak bapak ini terlambat, tapi tenang saja pak… pasti kondisi bayi ini akan kembali normal setelah beberapa jam kemudian.pukul 07.00 wib ibu tersebut dipindah ke kamar biasa, 2 hari kemudian ibu tersebut mengalami pendarahan yah mungkin bisa dibilang parah.setelah mengalami pendarahan kenapa juga sesak napas menghampirinya.

“Ya Allah kenapa begitu besar rasa sakit ku ini berilah hamba mu ini ketabahan dalam menghadapi cobaan ini..” doa dari ibu tersebut”.

Dari cerita tersebut dapat diambil bahwa betapa besar pengorbanan seorang ibu, akan tetapi kita yang sudah dilahirkan nya sudah dirawatnya malah terkadang menyakiti.. maka dari itu mulai sekarang kita mencoba berbakti kepada ibu, hormatilah dia.. berikan dia kasih sayang……..

18 Maret 2010 - Posted by | Artikel Penting | , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: