Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Ajaran berbuat baik dengan sesama

Dalam pergaulan sesama manusia, islam merupakan agama untuk siapa saja tanpa mengenal ras, bangsa dan golongan. Kita sebagai umat.Rasulullah harus menunjukan identitas Islam dengan wajah yang ramah, penuh senyum, sopan santun kepad sesame manusia. Dan tidka membeda-bedakan suku, golongan, atau agama tertentu. Dengan penampilan seperti itu, maka Islam terasa sejuk dan damai. Sebaliknya orang yang tidak berperilaku sopan santun akan mengalami kesulitan dalam pergaulan di masyarakat. Tidak jarang mereka akan dikucilkan. Inilah pentingnyakita untuk selalu belajar tata krama dan bergaul dengan mereka. Karena dengan sopan santun akan memudahkan kita dalam berkomunikasi dan interaksi dengan masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat, sopan santun menjadi suatu keharusan. Tanpa kita bersikap sopan santun terhadap orang lain, maka tidak dihargai dan dikucilkan oleh mereka dan bahkan bisa jadi cemoohan. Untuk menghindari hal itu, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Cara memandang orang lain

    Mata merupakan perwakilan dari isi jiwa manusia. Mata melotot menandakan orang marah. Tatapan mata penuh dengan lembut menandakan sikap kasih sayang. Mata sendu menunjukan orang tersebut mungkin sedang dilanda kesedihan. Untuk menghindari kesalahpahaman orang lain, maka dalam menatap mata orang dengan penuh kelembutan sehngga terkesan kita membawa pesan perdamaian.

    2. cara bertutur kata

      berbicara dapat mewakili pikiran seseorang. Karena bicara berarti menyampaikan pesan kepada orang lain. Diterima atau tidaknya pesan tergantung pada cara berbicara.bertutur kata dengan halus mencerminkan kepribadian dan sifat kita. Kalau kita memiliki kepribadian yang baik, maka orang pun akan menaruh simpati dan diperlakukan dengan baik pula. Cara berbicara dengan teman akrab, tentu beda dengan seorang guru. Berbicara dengan guru harus penuh kehati-hatian dan penuh rasa hormat. Guru merasa bangga jika memiliki murid yang sopan dalam bertutur kata.

      3. proses penyesuaian diri

      dalam proses penyesuaian diri ini, terkadang kita menjumpai hal-hal yang tidak menyenangkan dengan diri kita. Sehingga kita dihadapkan dua pilihan yang terkadang saling bertentangan dan memberatkan. Ini terjadi karena kita berada dalam pengaruh globalisasi. Kita boleh saja mengikuti adat istiadat mereka, dengan syarat tidak bertentangan dengan pokok ajaran islam. Seperti adat menyambut kelahiran bayi, adat melamar, adat perkawinan, adat berkunjung kerumah sanak saudara, kebiasaan memberi salam, membalas salam dan sebagainya.

      4. cara hidup sederhana

      Rasulullah adalah teladan dalam kehidupan kita. Beliau wafat tidak meninggalkan harta warisan yang berlimpah, padahal kalau mau beliau sangat memungkinkan untuk memiliki harta yang banyak. Tetapi Rasulullah tidak mau melakukannya karena beliau memiliki pola hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Kita sebagai umatnya harus meneladani kesederhanaan hidupnya supaya tidak timbul kedengkian dan iri hati bagi orang yan disekitar kita. Sebab kedengkian bisa menyebabkan permusuhan.

      Kesederhanaan bukan berarti hidup serba kekurangan, menjalani hidup ini memakai standar umum dan tidak mencolok atau menonjolkan lemewahannya. Lebih baik membantu orang-orang yang hidupnya kekurangan, mambantu panti asuhan, membangun masjid dan membangun lembaga pendidikan. Dengan demikian orang yang kita bantu akan merasa senang dan menghilangkan kecemburuan sosial.

      5. cara menempatkan diri

      Hidup didalam masyarakat harus pandai membawa diri. Jangan sampai kehadiran kita di masyarakat menimbulkan kesan menonjolkan diri. Merasa paling kaya, pintar dan mampu. Masyarakat melihat tingkah laku orang seperti itu, pasti akan merasa enggan bergaul dengannya. Berbeda jika kita bersikap rendah hati dan tidak menonjolkan kelebihan yang kita miliki, orang akan merasa senang dan simpati kepada kita.

      Orang yang bisa menempatkan diri dalam masyarakat, selain harus bersikap tidak menonjolkan diri sendiri, juga harus memperhatikan orang yang akan kita pergauli. Misalnya bergaul dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi maka kita harus menyesuaikan diri dalam berpakaian, pembicaraan, bersikap dan sebagainya.

      22 Januari 2010 - Posted by | Artikel Islam | , , , , , , , , , , ,

      4 Komentar »

      1. good article
        http://mobil88.wordpress.com

        Komentar oleh mobil88 | 22 Januari 2010 | Balas

        • thank’s dah mampir,,,salam kenal,,,,tuker link di perbolehkan,,,he,,,nambah wawasan dan teman,,,ok,,

          Komentar oleh Misro Tech | 23 Januari 2010 | Balas

      2. cara pengendalian diri utk menjaga hati ada tak?

        Komentar oleh nurrahman18 | 1 Februari 2010 | Balas

        • episode berikutnya,,,he,,,mohon di tunggu dan terima kasih atas saran dan commentna,,,hiks,,,,

          Komentar oleh Misro Tech | 2 Februari 2010 | Balas


      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      %d blogger menyukai ini: