Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Renungan dan Do’a

Islam datang menghidupkan fikiran, hati, dan jiwa yang terpenuhi pencaran hidayah Ilahiyah. islam datang membangkitkan jiwa dengan rasa kehambaan, rasa hina, rasa lemah, dan rasa kerdil hanya dihadapan Raja Yang Maha Kuasa bukan antar manusia. Islam memerdekakan dan memakmurkan jiwa dengan rasa rendah hati (tawadu’), takutkan Tuhan (khouf), cintakanNya (mahabbah), rasa bertuhan senantiasa (Robbaniyah). Islam mendidik jiwa rasa sesama manusia, kasih sayang, tenggang rasa dan saling pengertian.

Jika sekian lama mengamalkan islam, hidup tak menentu. masyarakat porak poranda. kejahatan dan kemungkaran terus merebak. maksiat dan dosa terpampang di depan mata. muda-mudi hilang malu dan rendah akhlaknya. pemimpin, penguasa kurang bertanggung jawab. kepekaan dan kasih sayang hilang. persaudaraan, kesatuan dan ukhuwah runtuh. Mungkin perlu menengok Islam kta, adakah sesuai yang ALLAH da Rasul kehendaki? atau Islam yang berdasar sangka kira dan perasaan. mengambil dan mengikuti apa mau dan hanya yang sesuai kemauan diri.

Ya Rahman…ujian, cobaan dan fitnah telah memanjang, penderitaan pun tak kunjung usai. semua ini kekhilafan kami hamba-hamba Mu yang dzoif ini. satukan kami umat Mu hanya dalam kebenaran dan keridhoan Mu. selamatkan hidup kami semua dari dunia dan siksa abadi di akhirat. dengan rahmat dan kasih sayang Mu. Ya Rahman…Ya Rahim…

Di setiap detik berlalu kita meohon kepada ALLAH agar senantiasa bertambahkan kebaikan. Doa ikhlas kami untuk semua saudara yang selalu bersusah payah menebarkan Risalah ini. kesilafan dan kekurangan selalu dimohonkan maaf, apa yang diluar jangkauan kekuatan kami, kepada ALLAH kami memohon dan kembalikan segala urusan. kebersamaan kita bukan karena tujuan lain, selain kebaikan dan kebenaran. mari tetap bersama-sama menempuh jalan ini. Jalan ALLAH…Islam yang kita cintai…sampai Mati…Amin.

30 Desember 2009 - Posted by | Artikel Penting | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. saya selalu ingin mendekatkan diri kepadaNya…tp saya belum bisa selalu mensyukuri nikmatNya, kadnag terjebak kekecewaan…adakah saran wahai sodaraku?

    Komentar oleh nurrahman18 | 3 Januari 2010 | Balas

    • memang sesungguhnya kita tidak bisa langsung bersyukur langsung kepada Yang Maha Kuasa,,,,tapi kan kita bisa bersyukur pada ortu kita, jalin hubungan yang lebih baik lagi dengan mereka,,,insyaallah dengan itu kita bisa lebih mendekatkan diri kepadaNya dengan mendekatkan diri pada orangtua karena ridhonya orang tua kan ridho ALLAH juga,,,,,,he,,,,

      semangat boz,,,,jangan lemah,,,,

      Komentar oleh Misro Tech | 4 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: