Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Sang Ajal menjemput

Jiwa meregang….tubuh bergemetar, jerit tangis ketakutan dan linangan air mata penyesalan saat jiwa akan bertemu Ilahi Robbi. ditarik, dicabut dari setiap urat nadi, syaraf dan akar rambut. sebuah titian tanggung jawab, kita harus kembali kepada-Nya. nyawa terlepas, jasad kehilangan raga dan membeku, sakit, pedih dan perih kita rasakan. perih laksana 30 tusukan pedang ke dalam tubuh kita, atau sebaliknya ringan seperti pengait dimasukan dan ditarik dari gumpalan darah yang basah.

jiwa, seandainya tahu bahwa sakaratul maut akan datang menjemput, tidak lain yang kita lakukan hari ini adalah bertaubat, tetapi jika tidak sakaratul maut itu lebih ngeri dan dahsyat dari semua sketsa yang ada di muka bumi ini. sayup lantunan ayat Al Qur’an dan sesegukan air mata tumaph. lalu hening berbalut sepi. semakin hening, mengganti hingar bingar dunia di kala kita masih dalam keadaan sehat. diam menyisakan kepiluan, kesedihan dan berjuta kenangan. pergi selamanya tidak akan kembali.

tumpukan harta yang terkumpul dengan susah payah. pelayan setia, rumah mewah, kendaraan, kebun nan subur, pakaian indah, orang-orang tercinta, semua sirna dengan datangnya ajal kematian, dicampakan, dan di hempaskannya kenikmatan dunia yang dieluk-elukan. kegelapan menyeruak, hitam pekat laksana jelaga, mengerikan bagi sebagian jiwa yang akan berteman dengan amalan jahat hingga tibanya hari Kiamat. mencekam, berbaur jeritan keras memengakan telinga.

bagi sebagian lainnya akan membuat ajal itu bahagia, berteman dengan amal soleh yang diibaratkan sebagai manusia denagn paras sangat menyenangkan. lalu ia punmenjerit, menangis bahagia saat di tunjukan tempatnya di syurga. kematian…menyiratkan takut pilu dan lantunan senandung duka. menciptakan nada-nada perih dan gamang menghujam iman, hati bertanya, mengapa ada perpisahan. rasa itu menghantam dan menikam pada keluarga yang ditinggalkan.

malam pertama di sana hanya bisa menggerakan lidah membaca Al Qur-an, tingkah laku tak selaras. kenal syetan, jadi teman. mengucap Rasulullah adalah percintaan, sunnahnya ditinggalkan. ingin masuk syurga, tak berhenti berbuat do’a. sibuk dengankesalahan saudara. saat kebumikan sahabat-sahabat yang mendahului, sangka diri tak akan pernah mati.
Ya ALLAH…
Jadikanlah diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu.
Allaahumma hawwin’alainaa fii sakaratil maut.

13 November 2009 - Posted by | Artikel Islam | , , , , , , , , , , , , , , , ,

5 Komentar »

  1. “seketika itu juga ajal menjemput”

    semoga ketika dalam sujud panjang pertaubatan
    atau dalam jalan yang sangat ia ridhoi
    dan bertetangga dengan Rasulullah di Surga

    tapi yang paling mantab…
    berjumpa wajah Allah….

    salam kenal
    Umar Hakim
    Jogja

    Komentar oleh hak1m | 13 November 2009 | Balas

    • amin semoga kita selalu dijalan ALLAH, dan selalu di berkahi dalam melindungi dan mempertahankan Jalan-Nya…..

      Komentar oleh Misro Tech | 14 November 2009 | Balas

  2. maka semoga amal2 dapat ditambah sebelum ajal menjemput kita

    Komentar oleh nurrahman18 | 15 November 2009 | Balas

    • diterima dulu boz baru di tambah,,,ama pahala yang tidak kita ketahui sebelumnya,,,gituch,,,he,,,,

      Komentar oleh Misro Tech | 15 November 2009 | Balas

  3. Rizki, jodoh dan maut hanya milik Allah SWT,

    thank’s for reminding us,

    Regards

    Komentar oleh html1155 | 15 November 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: