Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Jujur, Tanggung Jawab dan Amanah

“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (QS.4:66-68).

Kebanyakan dari kita sangat mudah untuk taat kepada pimpinan untuk hal-hal yang cocok atau sesuai dengan keinginan kita, namun untuk taat kepada hal yang tidak sesuai dengan keinginan sangat langka atau sedikit sekali, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisaa’ ayat 66-68 di atas.

Padahal kalau kita tahu betapa besarnya pahala bagi orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya, maka siapapun pasti bersedia untuk taat kepada Allah dan Rasul (pemimpin), seperti dalam ayat berikut : Al-quran surat An-Nisaa’ ayat 69 :
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”(QS.4:69).

Menjadi orang yang Shiddiiqiin atau jujur tentu tidak mudah, karena itu wajar bila mendapatkan tempat yang mulia seperti juga orang yang taat kepada Allah dan Rasul. Sebagai contoh menjadi orang yang jujur (shiidiiq) adalah riwayat berikut :
Seorang pedagang yang di tengah perjalanan tertidur dan untanya lepas, karena lapar unta makan tanaman di kebun orang yang tua, setiap unta dihalau selalu kembali, maka oleh pemilik kebun tadi dilempar dengan tempat duduk dan mati, pemilik kebun merasa bertanggungjawab, maka dia menunggu pemilik unta tersebut, lalu orang tua tadi dipukul dengan tempat duduk tadi dan meninggal, pedagang merasa bertanggungjawab dan menunggu keluarganya, lalu dihadapkan kepada amirul mukminin Umar bin khatab, maka diputuskan untuk dihukum mati.

Pedagang tersebut minta untuk pulang membayar hutang-hutangnya terlebih dahulu, namun harus ada yang menggantikan sebagai jaminan, setelah beberapa saat tidak ada yang menggantikan, maka dia sampai menangis, Akhirnya Abu dzar mengajukan diri sebagai pengganti/jaminan. Akhirnya pedagang tersebut bisa pulang untuk menyelesaikan hutangnya dan pamit kepada keluarga, karena banyak keluarganya yang belum bisa terima kondisi tersebut, menjadikan agak terlambat untuk kembali hingga akhirnya Abu Dzar hampir digantung.

Sebelum digantung sempat minta untuk sholat 2 rakaat, maka saat itu pedagang tersebut datang. Pedagang tadi ditanya kenapa mau kembali, karena tidak mau menodai agama Islam sesuai pesan Rasul, sedangkan Abu Dzar ditanya kenapa mau menjadi jaminan karena sebagai sesama muslim tidak tega melihat saudaranya yang membutuhkan sampai menangis.

Abu Dzar mohon kepada amirul mukminin agar pedagang tersebut diampuni karena kejujurannya, akhirnya pedagang tersebut dibebaskan dan bahkan diberi modal untuk berdagang kembali.

Inilah cermin kehidupan yang sebenarnya untuk kita jadikan sebagai pedoman sekaligus pelajaran untuk diri kita bahwasannya kita hidup yang kita butuhkan cuma Kejujuran, Bertanggung jawab, dan Amanah.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wassalam……======>>>>>

4 Oktober 2009 - Posted by | Artikel Islam | , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. amanah itu sangat besar pertanggungjawabanny…tapi kadang saya sendiri masih sering mengabaikannya , huh

    Komentar oleh nurrahman | 7 Oktober 2009 | Balas

    • belajarlah dari pengalaman mas……..
      jangan lakukan hal yang dullu pernah anda lakukan, jika itu sudah ada gantinya…..

      Komentar oleh Misro Tech | 7 Oktober 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: