Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Kesaksian Musuh-musuh Rasulullah SAW

Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa Mu’awiyyah r.a. bercerita, “Abu Sufyan keluar menuju tanah lapang miliknya, mengiringi Hindun. Aku ikut keluar berjalan di depan mereka. Saat itu aku masih seorang bocah dan aku menunggang keledaiku.

Tiba-tiba kami mendengar kehadiran Rasulullah saw. Maka Abu Sufyan berkata, Turunlah, hai Mu’awiyah supaya Muhammad menaiki kendaraanmu!’ Aku langsung turun dari keledaiku dan Rasulullah saw. menaikinya, beliau berjalan di depan kami sebentar menoleh kepada kami dan bersabda, Wahai Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah! Demi Allah, sungguh kalian pasti mati, kemudian pasti dibangkitkan, lalu yang berbuat kebajikan pasti masuk surga dan yang berbuat keburukan pasti masuk neraka. Aku berkata pada kalian dengan benar, dan kalian sungguh orang yang pertama aku beri peringatan.’ Kemudian Rasulullah saw membaca,
‘Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan yang Maka Pemurah lagi Maka Penyayang…’ hingga ‘… keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’ (Fushshilat: 1-11)

Imam Bukhari dan Muslim juga menceritakan kisah Abu Sufyan di hadapan Heraklius-sebagaimana diceritakan Abu Sufyan sendiri pada Ibnu Abbas. Di antaranya adalah pertanyaan Heraklius pada Abu Sufyan, “Heraklius bertanya,‘Apakah kalian menuduhnya berbuat dusta sebelum ia mendakwahkan ajarannya?’ Aku jawab, Tidak.’” Di akhir kisah itu, Heraklius berkata pada Abu Sufyan, “Aku tanyakan pada kalian apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum ia mendakwahkan ajarannya, kalian jawab tidak. Maka aku segera tahu bahwa ia tidak mungkin meninggalkan dusta pada manusia untuk kemudian berdusta pada Allah swt.” Imam Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia mengatakan, “Ketika turun firman:
‘Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.’
(asy-Syu’araa : 214)

Rasulullah saw. langsung naik ke bukit Shafa dan memanggil-manggil, Wahai bani Fahr, wahai bani Adi,’ kepada pemuka-pemuka Quraisy hingga mereka berkumpul dan beliau bersabda, ‘Jawablah, seandainya aku beri kabar bahwa ada pasukan kuda di balik lembah itu ingin menyerang kalian, apakah kalian percaya pada ucapanku?’ Mereka menjawab, Ya, kami tidak pernah menjumpaimu berdusta. Hanya kejujuran dan kebenaran perkataanmu yang selama ini kami tahu.’ Beliau melanjutkan, ‘Sesungguhnya aku pemberi peringatan pada kalian, di antara kedua tanganku terdapat siksa yang pedih.’ Abu Lahab langsung menimpali, ‘Celaka kau, hai Muhammad! Apakah untuk ini kau kumpulkan kami.’ Maka turunlah ayat:
‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa.’
(al-Lahab 1)

15 September 2009 - Posted by | Artikel Islam | , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: