Special Untuk Mu

detik ketika Misro berkarya

Berangan-angan

Artikel dari IslamHouse.com mudah-mudahan bermanfaat hanya berbagi saja tidak ada maksud apa-apa, terima kasih telah membaca artikel ini.

Allah telah mengecam suatu kaum yang terlalu berangan-angan yang panjang sehingga melalaikan mereka dari beramal untk hari akhirat sehingga ajal mereka datang secara tiba-tiba sementara mereka tenggelam dalam kelalaian. Akhirnya mereka berangan-angan seandainya umur mereka dipanjangkan agar bisa berbuat kebaikan mengejar ketertinggalan mereka namun hal itu sangat mustahil terjadi. Firman Allah Ta’ala yang artinya : “2. Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. 3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”.

Panjang angan angan adalah keinginan yang keras kepada dunia secara berkesinambungan dan terus terjun padanya yang dibarengi dengan berpaling dari kepentingan akhirat. Raslullah saw telah mengabarkan bahwa banyak kaum yang berangan-angan yang panjang sehingga melebihi batas ajal mereka. Dari Buraidah ra berkata: Nabi saw telah membuat sebuah garis di hadapan kami lalu beliau berkata: Ini adalah angan-angan dan ini adalah ajalnya, pada saat dia tenggelam dalam angan-angannya akhirnya ajalnya menjemputnya”.

Dan hal yang sungguh menakjubkan bagi anak Adam adalah setiap kali ajalnya mendekat angan-angannyapun semakin memanjang, keinginannya semakain menambah dan ingin dengan keduniaan dan tidak ada seorangpun yang bisa selamat darinya kecali orang yang selamatkan oleh Allah, dan jmlah mereka sangat sedikit. Dari Abi Hurairah ra berkata: Aku telah mendengar Nabi saw bersabda: Akan senantiasa hati orang yang tua menjadi muda dalam dua perkara: cinta dunia dan dan panjang angan-angan dengan dunia”.

Sebagaian besar makhluk ini tidak bisa terlepas dari kekangan panjang angan-angan, kalaulah bukan karena angan-angan maka seseorang tidak akan bisa menikmati kehidpan dunia selamanya. Seorang penyair berkata: “Aku mencela jiwa ini karena angan-angan yang selalu aku intai
Alangkah sempitnya hidup ini tanpa dibarengi luasnya angan-angan”
Ibnu Hajar berkata: “Di dalam angan-angan itu tersimpan rahasia yang sangat indah, sebab tanpa angan-angan maka seseorang tidak merasakan kenikmatan di dalam hidup ini, jiwanya tidak tentram dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dunianya, namun yang tercela adalah membiarkannya melewati batas dan tidak mempersiapkan diri untuk akhirat, maka barangsiapa yang selamat darinya tidak dibebankan untuk menghilangkanya secara keseluruhan.”

Maka orang yang berakal adalah oarng yang tidak terbawa oleh angan-angannya yang panjang dan tidak pula melupakan kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Allah bagi setiap jiwa yang hidup. FirmanAllah Ta’ala sebagaimana dalam Al Qur’an yang artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: Rasulullah saw memegang pundakku dan berkata: Jadilah engkau di dunia ini seaka-akan orang asing dan sedang melewati perjalanan. Dan Ibnu Umar berakta: Apabila engkau berada pada waktu pagi maka janganlah menunggu waktu sore dan apabila engkau berada di waktu sore maka janganlah mennggu waktu pagi, dan mamfaatkanlah waktu sehatmu untuk waktu sakitmu, dan mamfaatkanlah hidupmu untuk kematianmu”. Imam Tirmidzi menambahkan: Dan anggpalah dirimu sebagai penghuni kubur, sesungguhnya wahai Abdullah engkau tidak mengetahui apakah namamu pada keesokan harinya.

Ibnu Rajab berkata: Hadits ini adalah dasar yang agung dalam pembahasan tentang memendekkan angan-angan duniawi sebab tidak pantas bagi seiorang yang beriman menjadikan dunia ini sebagai tempat kampong halaman dan tempat tinggal, akan tetapi keadaan yang seharusnya adalah dia sekan-akan sedang berada dalam sebuah perjalanan yang sedang mempersiapkan kendaraannnya untuk segera berangkat.

8 September 2009 - Posted by | Artikel Islam | , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: